Articles

terang malam bulan beradu

In love, poetry on December 14, 2006 by carinasuyin

wahai pujangga cinta
biar membelai indah
telaga di kalbuku
jujurlah pada hatimu

ada apa dengan cinta
dendangan Melly Goeslow
memenuhi kamar
di malam dingin
hujan berenyaian
di bingkai jendela
angin jiwang melayan senyum
riwayat cinta agung
seumur hidup
entah kelentong atau gurauan
pada yang percaya
antara ragu dan sinis
antara harap dan pasrah
antara manis dan pahit
baik terdahulu dari kemudian
khusyuk mencari makna
meneka rencana
pengukir takdir
mengheningkan cipta
bicara cinta

Advertisements

6 Responses to “terang malam bulan beradu”

  1. Sad but I think I need to look through a dictionary to understand all the words.

  2. Memang lebih baik terdahulu dari yang kemudian.

    Malangnya, harapan tidak selalunya membawa kemanisan… adakah ini bermakna saya seorang sinis?

    Walau bagaimanapun, saya tetap akan berharap… adakah ini bermakna saya seorang yang bukan realistik* – atau seorang yang hanya mengejar kepahitan?

    * Dewan Bahasa dan Pustaka confirms this is a proper BM word! πŸ˜‰

  3. Harap mengena tempat; termakbul,
    Minta s’mentara sempat; terkabul.
    Dalam kekhusyukan mencari makna,
    Pengukir takdirlah Pemberi lena.

  4. Sooth: Good lah… stem the rot hehe…

    Min-An: Orang yang realistik masih boleh berharap πŸ™‚

    jaya: *Tabik tabik tabik*

  5. “…hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies”

    – Andy Dufresne (tim robbins), The Shawshank Redemption

    Never understimate the power of hope.

  6. Oh yeahh… πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: